Daftar halaman CloGTik
- Pengantar
- Mulai: akun dan router pertama
- Area dan jaringan mesh
- Failover routing
- Site-to-site
- L2 bridge
- Multi-WAN
- Perangkat dan halaman router
- Akses jarak jauh (WinBox dan SSH)
- Router Protection
- Topologi dan pemantauan
- Peringatan dan Telegram
- Perintah
- Tim, akun, dan paket
- Apa yang CloGTik ubah di router
- Masalah yang sering muncul
Failover routing
Failover routing membuat koneksi site-to-site dan L2 bridge tetap jalan saat link langsung dua router putus: trafiknya dialihkan lewat router lain di area yang sama dalam ±4 detik, dan kembali ke jalur langsung tanpa kehilangan lebih dari satu paket saat link pulih.
Menyalakan
- Buka Areas → Edit pada area mesh, centang Failover routing, simpan.
- Halaman area menampilkan keadaan tiap router: Active, Starting, Router offline, atau Left off dengan alasannya, beserta tetangga OSPF-nya.
Menyalakannya ditolak, dengan nama router dan alasannya, selama ada router yang tidak bisa ikut:
- router punya template interface OSPF sendiri yang juga mencakup tunnel CloGTik (mis.
networks=0.0.0.0/0atauinterfaces=all); - router punya alamat di
198.18.0.0/15; - agent router belum memeriksa (offline, atau agent container lebih lama dari 0.11.0).
Hal yang sama berlaku saat router baru masuk ke area yang sudah memakai failover routing.
Cara kerja (ringkas)
- Tiap router mendapat satu interface routing
clogtik-rt(VXLAN di atas interface mesh) dan satu interface site-to-siteclogtik-s, berapa pun jumlah router dan koneksi. - CloGTik menjalankan instance OSPF miliknya sendiri di interface itu, dengan area, filter, dan kunci autentikasi sendiri. Jalur diputuskan di router, jadi tetap bekerja saat cloud tidak terjangkau.
- OSPF milik Anda tidak diubah: instance, area, dan template Anda tidak disentuh atau diurutkan ulang. Template CloGTik hanya ditambahkan.
- Setiap router punya loopback
198.18.0.0/16+ nomor host overlay-nya; L2 bridge berjalan antar-loopback itu sehingga ikut dialihkan.
Persyaratan
- Area mesh, sampai 32 router. Mengganti ke star mematikan failover routing.
- Router tunnel mode mendapatnya dari hub. Router container mode butuh agent 0.11.0 (0.12.0 untuk site-to-site di atasnya, 0.15.0 untuk interface routing tunggal, 0.29.0 untuk interface site-to-site tunggal). Sampai semua router di area memakai 0.15.0, area memakai satu tunnel per pasangan dan halaman area menyebut router yang menahannya.
Batasan
- Sampai 32 router per area. Di area 32 router, saat satu router hilang, router kelas RB951G sempat memakai 70% CPU sedetik; di 40 router beberapa router yang hilang bersamaan membuatnya 100% selama beberapa detik, karena itu batasnya 32.
- Yang dilindungi: site-to-site, L2 bridge, dan loopback router. Trafik overlay biasa (mis. ping ke alamat 10.200.x router lain) tetap hanya lewat link langsung.
- MTU site-to-site turun ke 1320 byte lewat interface site-to-site (1350 di tunnel ke router dengan agent lama); interface routing membawa paket 1370 byte; L2 bridge tetap melewatkan frame 1500 byte dengan fragmentasi. Di router kecil, lapisan tambahan ini memakan ±10% CPU.
- Link yang buruk bisa bolak-balik: empat hello berturut-turut yang hilang (4 detik) dihitung sebagai link gagal. Interval hello/dead (1 s / 4 s) belum bisa diubah.
- Router pengalih menanggung trafiknya: CPU dan kedua arah internetnya.
- Instance OSPF Anda sendiri dengan
redistribute=connectedatauospfikut mengumumkan alamat loopback dan tunnel CloGTik (198.18.0.0/15, /32). Tidak berbahaya; agent melaporkannya di halaman area dan Anda bisa menyaringnya di out-filter-chain Anda. - Agent memeriksa ulang pengaturan OSPF Anda setiap 5 menit. Template baru yang ikut mencakup tunnel CloGTik tidak diperebutkan; konfliknya ditampilkan di halaman area.